Sinkronisasi - Reset Memori Selaras dengan Keberuntungan dan Berkelimpahan, Tahapan Pembentukan Fortuner #2
Kategori: Implementasi | Tersemat: Perlu dibaca dari Prolog
![]() |
| Foto: Liputan6.com |
Daftar isi
Pengertian Sinkronisasi - Reset Memori
Pada bahasan sebelumnya, tentang Aku yang sedang menarik napas, lalu membatin dalam hati bahwa 'Aku beruntung, saat ini masih bisa bernapas dengan lega', lalu ditutup dengan ucapan syukur kepadaNya atas nikmat tersebut, maka dari saat itulah, sebenarnya fase sinkronisasi-reset memori alam bawah sadar telah dimulai. Untuk mengawali diri sendiri secara seutuhnya, lahir batin mulai memasuki zona fortuner.
Namun sebelum diteruskan, akan diuraikan terlebih dahulu, tentang apa itu makna setting ulang alam bawah sadar ini.
Istilah alam bawah sadar, bermakna sama saja dengan otak bawah sadar atau perasaan dalam hati yang sudah dibahas pada topik Hubungan dan Kinerja Antara Otak Sadar, Bawah Sadar dan Hati.
Sinkronisasi, dalam hal ini melakukan setting ulang (reset) berarti melestarikan nilai-nilai memori terdahulu yang telah sinkron dengan tujuan hidup yang baru dan menanamkan nilai-nilai baru (pengetahuan) yang belum ada pada memori otak. Sehingga seseorang dapat diidentikkan dengan memiliki perasaan atau hati yang baru bila telah melalui proses ini.
Nah, berkaitan dengan teknik, sebenarnya sudah banyak sekali cara dan metode yang sudah diajarkan dan dipraktikkan oleh para psikolog, guru-guru spiritual, para motivator, para ustad spesialis jiwa dan lainnya.
Seperti hypnoterapy, meditasi, yoga, rukyah, dzikir dan metode-metode bimbingan modern yang lagi marak, bersumberkan dari pelatihan-pelatihan pengembangan diri dan motivasi hidup berkelimpahan. Melalui referensi buku-buku, seperti Good Vibes - Good Life - oleh Vex King, Think and Grow Rich - oleh Napoleon Hill, Law of Attraction - oleh Michael J. Losier, The Secret - oleh Rhonda Byrne, Law of Assumption - oleh Neville Goddard, Quranic Law of Attraction - oleh Rusdin S. Rauf (Indonesia), Quantum Ikhlas - oleh Erbe Sentanu (Indonesia) dan sebagainya.
Semua contoh-contoh metode di atas adalah baik dan sudah terbukti manfaatnya. Semuanya mempunyai tujuan akhir yang sama. Jadi, bila ingin menggunakan metode yang mana pun tidak akan menjadi masalah. Cukup disesuaikan dengan kemudahan dan kenyamanan masing-masing.
Dan bila di dalam blog ini (fortuner zone), kiranya hanya akan dicontohkan beberapa metode secara sederhana saja, sebagai kiat-kiat dalam melakukan sinkronisasi-reset memori, agar siapa pun dapat mempraktikkannya dengan mudah.
Namun, siapa pun dapat mengembangkannya sendiri sesuai minat dan pengalamannya masing-masing pula.
Kiat-kiat tersebut adalah;
1. Scripting
Scripting adalah kegiatan menulis, membuat jurnal harian (seperti diary) atau hanya pada saat-saat tertentu saja untuk diri sendiri. Dalam fase ini, dikaitkan dengan penanaman nilai beruntung dan keberuntungan.
Siapkan buku tulis kosong dan pulpennya, lalu tulis nama buku dengan 'AKU' pada sampul depan. Awali tiap kali akan menulis dengan dibubuhi hari, tanggal, bulan dan tahun serta lokasi pada tiap-tiap halamannya. Agar nantinya tercipta track record untuk mengetahui perkembangan atau justru kebalikannya, atas aktivitas yang dilakukan atau pengalaman yang terjadi.
Waktu yang terpenting untuk melakukan hal ini adalah ketika suasana rileks, tenang, tenteram dan bahagia. Seperti selepas meditasi (namun tidak harus). Keadaan otaklah yang harus dikondisikan berada pada gelombang alfa, di mana terkondisikan kesadaran utama atau kemurnian jiwa.
Ungkap dan tuliskan rasa beruntung atau wujud keberuntungan apa sajakah yang telah dialami selama ini dan pada kesempatan lain, lanjutkan pada halaman baru dengan rasa beruntung atau wujud keberuntungan apa sajakah yang dialami pada hari itu.
Tiap kali selesai menulis, selalu ditutup dengan ungkapan syukur kepadaNya.
Contoh,
"Aku beruntung diciptakan secara genap dan normalnya manusia. Aku beruntung saat ini masih hidup, bernapas dengan lega, memiliki keluarga yang penuh kasih sayang, rezeki melimpah" dan seterusnya.
"Untuk itu aku sangat bersyukur kepadaMu yaa Tuhan, atas keberuntungan dan segala nikmat karunia yang telah Engkau berikan. Semoga semakin bertambah berkah. Aamiin"
Di lain waktu, tulis sesuai kejadian yang dialami, dengan susunan kata-kata seperti pada contoh di atas. Maknai setiap kejadian seburuk apa pun dengan diambil sisi baiknya. Dari sesi latihan ini, seiring dengan berjalannya waktu, nantinya akan mendapatkan keberuntungan yang sebenarnya.
Misal, ketika sedang di jalan kehilangan uang, berarti,
"Saya beruntung, hanya sebagian uang yang hilang! Mungkin memang rezekinya orang lain yang lewat saya."
Ketika terjatuh,
"Beruntung cuma luka lecet, coba kalau sampai patah tulang, kan urusannya jadi panjang," dan sebagainya.
Di saat waktu luang, terutama ketika akan beranjak tidur, sebaiknya membaca buku ini terlebih dahulu, sebelum kebiasaan berdoa kepadaNya. Semakin sering dibaca maka akan semakin cepat tertanam dalam memori alam bawah sadar. Perlu diingat bahwa kata-kata adalah doa, begitu pun afirmasi di dalam scripting.
2. Goal Setting
Fase ini sebenarnya masih sama dengan scripting, hanya saja berbeda kontennya. Kali ini kita akan menetapkan goal setting (target) pertama dalam pembelajaran (eksperimen) menjadi orang yang beruntung.
Masih ingat deskripsi tentang orang beruntung? Baiklah, jadi tidak harus dibahas lagi bukan. Yang jelas, proses penciptaannya akan melalui dua cara, yaitu fisika materi dan metafisika.
Sehingga antara realita dan imajinasi harus nyambung. Dengan tujuan agar tidak terjadi pertentangan antara kesadaran dan perasaan. Masih dalam kategori logis.
Target harus berhubungan dengan realita sehari-hari. Misalnya, menargetkan penghasilan yang dihubungkan dengan pekerjaan.
Contoh ilustrasi;
Pendapatan dari hasil berdagang sehari-hari mempunyai omset rata-rata 500 ribu per hari. Kemudian terbayang, jika mendapat omset 1 juta per hari, tentu saya akan sangat gembira. Saya bisa menyisihkan 500 ribu per hari untuk ditabung. Sehingga dalam waktu sebulan dapat terkumpul 15 juta rupiah. Impian membelikan motor baru untuk anak sekolah, akhirnya tercapai.
Maka kalimat afirmasi yang ditulis adalah,
"Saya merasa beruntung memperoleh keberuntungan berupa kelebihan omset menjadi 1 juta rupiah per hari. Akhirnya, motor untuk anak sekolah terbeli. Terima kasih Tuhan atas kasih sayangMu. Aku sangat bersyukur."
Kata beruntung dan keberuntungan harus selalu ditulis. Konten kalimat tidak boleh mengindikasikan permintaan atas barang yang belum dimiliki (tidak ada kata minta kecuali untuk ijinNya) tetapi berupa pernyataan atau afirmasi bahwa permohonan telah diterima. Ingat, semua materi sudah berada di bumi.
Selanjutnya, selalu ucapkan ungkapan rasa syukur di akhir kalimat. Kalimat afirmasi tersebut dapat juga dimodifikasi dengan time frame (batasan waktu) yang logis, sesuai besar kecil nilai yang diafirmasikan.
Perasaan tidak boleh bertentangan dengan konten tersebut. Rasa dalam hati harus sinkron bahwa harapan sudah dikabulkan. Apabila rasa semakin bulat tanpa cacat maka realisasi akan semakin cepat. Singkirkan pemikiran dan perasaan yang dapat membatalkan proses manifestasi, seperti;
"Itu sulit!" atau "gimana caranya?" atau "mana mungkin!" dan sebagainya.
Baca tulisan afirmasi tersebut tiap kali akan tidur. Dan awali tiap kali setelah bangun pagi dengan perasaan yang ceria dan gembira karena seolah telah mendapatkan keberuntungan.
Jika goal setting pertama sudah tercapai maka untuk selanjutnya dapat ditingkatkan untuk target kedua, ketiga dan seterusnya. Semakin lama, wujud target bisa hanya berdasarkan imajinasi saja. Sama sekali tidak nyambung dengan realita yang ada. Jangan pernah sekalipun membuat limitasi pada keberuntungan yang tak mungkin terjadi pada diri sendiri. Apa pun serba mungkin. Sebab Tuhan merealisasikan uang seribu atau satu miliar itu sama mudahnya.
Hal itu semua hanya tergantung dari pikiran dan perasaan yang koheren. Jika sudah berkeyakinan bulat bahwa Tuhan pasti mengabulkan maka tidak ada alasan untuk ragu, bimbang, was-was, khawatir, takut, mengeluh apalagi tidak percaya padaNya. Pasrah seratus persen.
Perlu dicatat, bahwa keberuntungan tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama persis dengan harapan yang diafirmasikan, dalam satu kesatuan yang utuh. Kadang dapat berupa keberuntungan kecil dan sederhana namun terjadi sambung menyambung, terus menerus, hingga mencapai puncaknya. Atau bisa jadi, bila dijumlah akan ketemu hasil totalnya sesuai harapan.
3. Visualizing
Apa pun yang telah diniatkan dan sudah berwujud tulisan dalam kalimat afirmasi, akan lebih sempurna apabila didukung dengan teknik visualizing (membayangkan) yang baik. Secara singkatnya, visualisasi adalah kunci vibrasi.
Visualisasi akan memperkuat rasa. Rasa akan menumbuhkan emosi. Emosi yang kuat berarti vibrasi yang dahsyat.
Visualisasi yang berhasil, berarti akan menimbulkan emosi, seperti selalu merasa beruntung, timbul rasa syukur, ceria, riang, damai, disiplin, dapat menahan diri atau bersabar, penuh cinta kasih sayang, memaafkan tanpa menghakimi, tidak kawatir, tidak takut kepada selainNya, tidak bersedih, tidak pernah mengeluh dan merasa berlimpah.
Selain itu, emosi juga akan menimbulkan aksi. Aksi yang dilakukan secara terus menerus akan menjadi kebiasaan dan akan berubah menjadi karakter. Dan karakter akan menentukan nasib.
Seperti, beraktivitas layaknya orang yang beruntung berkelimpahan, bukan hanya seperti orang kaya biasa.
Yaitu, selalu tersenyum dan ramah, terkesan memiliki banyak waktu (bukan pemalas), ringan tenaga, ringan pikiran dan ringan bantuan lainnya. Selalu mengutamakan orang lain daripada kepentingan pribadi. Kapan pun dibutuhkan orang lain maka selalu siap, banyak bersedekah dan sedekah tidak mesti harta benda.
Kembali pada visualisasi, pada kenyataannya, memori alam bawah sadar tidak bisa membedakan, mana yang realita dan mana yang imajinasi. Misal, pada saat berpuasa membayangkan makanan atau minuman yang lezat dan efeknya bisa ngiler betulan. Seorang laki-laki membayangkan seorang wanita yang cantik dan seksi, reaksinya (maaf) bisa terangsang beneran, dan seterusnya.
Kegiatan visualisasi ini seyogyanya dilakukan minimal bersamaan tiap kali ketika membaca kalimat afirmasi yang telah dibuat tadi. Agar muncul rasa yang dapat mentrigger emosi dan akhirnya berbuntut aksi pada kehidupan sehari-hari. Bayangkan sedetail mungkin. Imajinasikan bahwa order sudah sampai dan diterima dengan selamat.
Jika uang yang diniatkan maka visualisasikan sejumlah tumpukan uang di atas meja misalnya. Perhatikan warnanya, nominalnya, baunya hingga benar-benar dapat tercium hidung. Memori manusia bisa membedakan mana bau soto, bau bakso, bau minuman kopi panas dan sebagainya.
Jika barang yang diniatkan mempunyai suara maka bayangkan juga suaranya, hingga kuping benar-benar merasa mendengarnya.
Indera peraba juga tidak boleh ketinggalan. Usap permukaan barang yang dimaksud, pada tiap sisinya, sudutnya dan mana pun yang dapat dijangkau.
Kiat visualisasi ini akan semakin memantapkan vibrasi yang terpancarkan ke alam semesta dengan sangat kuat. Sehingga semesta akan segera merespon. Semesta menangkap ada vibrasi dalam medan quantumnya yang belum sinkron dengan realitanya (perwujudan materi).
Maka tanpa pilihan lain, semesta harus menggenapkannya. Mengatur manifestasi berdasarkan empat gaya fundamentalnya dengan menggerakkan seluruh keberadaan materi yang memiliki emotion (energy in motion atau energi yang bergerak) di dalam medan quantumnya, terutama manusia di dalamnya.
Sehingga akan terbentuk sebuah skema atau jaringan tak kasat mata yang mengarah kepada pemilik vibrasi tersebut. Hingga akhirnya, terealisasilah harapan orang tersebut.
Tahapan visualisasi ini akan lebih sempurna lagi jika energi atau emosi dalam kalimat afirmasi dapat ditransformasikan ke dalam bentuk gambar atau lukisan. Mengapa?
Dari segi energi, terlepas dari bentuk lukisannya, sebuah karya lukis yang proses pembuatannya murni dari rasa pelukisnya, nyatanya memiliki daya tarik yang kuat. Pemirsa serasa terhipnotis masuk ke dalam isi lukisan.
Kita selalu suka dan tertarik melihat gambarnya anak kecil, padahal tidak ’bagus’. Bukan karena kasihan, namun kenapa? Sebab energi yang terekspresikan murni dari rasa dan emosi, bukan dari analisa otak sadar. Sehingga vibrasinya kuat. Energi anak yang terinduksi ke dalam bidang gambar melalui ekspresinya memancarkan vibrasi yang kuat pula.
Lukisan juga terdiri dari molekul-molekul yang di dalamnya terdapat atom-atom, partikel-partikel sub atom dan super quarks yang tak terhitung jumlahnya. Yang berarti, lukisan adalah satu kesatuan medan-medan quantum (quanta) yang mendapatkan induksi tambahan energi dari proses ekspresi (pelepasan energi) dari kreatornya.
Contoh sederhana terdapat pada sebuah penggaris plastik yang bila digosok-gosokkan pada rambut dapat menjadi magnet, dapat menarik potongan kertas kecil-kecil dan menempel pada penggaris tersebut.
Begitu halnya dengan lukisan, bila pelepasan energi dari manusia hidup, berupa ekspresi yang berada pada puncaknya emosi sang kreator, betapa kuatnya medan quantum yang tercipta beserta vibrasinya. Sehingga hasil lukisan ini akan membantu kembali, mendukung power kreatornya atau dengan sengaja dikoneksikan dengan orang lain yang dimaksud di dalam lukisan, bervibrasi terhadap semesta.
Secara bentuk, lukisan memiliki daya tarik psikis dari dua hal. Yaitu dari daya pukau dan daya ganggu. Daya pukau adalah sesuatu yang menakjubkan atau sangat indah dengan estetika tinggi. Bisa dari segi kualitas gambarnya atau kuantitas bahannya atau proses pengerjaannya yang luar biasa sulit. Orang lain tertarik karena hal itu dan merasa takjub.
Sedang daya ganggu adalah sesuatu yang tidak biasa, unik, lain daripada yang lain. Sesuatu yang justru mengganjal pada pandangan mata dan mem-brainstorming pikiran penikmatnya, meski serasa keluar dari estetika. Namun setiap goresan, setiap sapuan, setiap tekstur dan setiap warna akan mewakili setiap rasa atau emosi. Sehingga lukisan bergaya ini, bisa hanya berkarakter ekspresif atau bahkan abstrak, namun memiliki kumpulan energi dan vibrasi yang luar biasa, sehingga menarik orang untuk masuk dan hanyut di dalamnya dengan sangat kuat.
Dari segi bentuk ini, energi lukisan juga akan membias kembali kepada kreatornya, bukan hanya orang lain yang menikmatinya. Pikiran dan rasa manusia fluktuatif naik turun. Tapi lukisan tidak.
Sehingga lukisan akan memberikan energinya kembali, tiap kali ia dipandang dan menjaga kestabilan emosi pemiliknya, untuk tetap pada vibrasi yang diafirmasikan.
Selain itu, lukisan juga merupakan bentuk file yang dapat disimpan dalam memori otak untuk jangka yang sangat panjang (bahasan tentang otak). Seumur hidup tidak akan terlupakan. Seandainya hilang, kemudian lima puluh tahun lagi baru diketemukan, kita tetap akan ingat kalau itu adalah hasil karya kita. Waktu menatap langsung terasa 'greng' pancaran energinya di dada. Saya sangat sering mengalami hal ini, ketika berkunjung ke rumah orang-orang yang mengoleksi lukisan-lukisan saya.
Oleh karenanya, jika Anda pelukis, cobalah terapkan proses ini. Jika bukan pun, coba lakukan corat-coret saja pada sembarang kertas kosong atau karton. Beri warna dengan pewarna apa pun yang ada. Buat lukisan yang memiliki daya ganggu. Luapkan ekspresi yang diafirmasikan pada saat menciptakannya. Tidak perlu berpikir panjang. Cukup mengalir, mengikuti rasa yang sedang berpetualang di alam fantasi.
Setelah jadi, letakkan lukisan di tempat yang selalu dilalui atau di kamar. Sehingga setiap saat akan dapat terlihat, baik secara sengaja ataupun tidak.
4. Orbiting
Tahapan sinkronisasi untuk menjadi orang yang beruntung, penuh dengan keberuntungan yang selanjutnya adalah melakukan aktivitas orbiting (mengorbit) atau gerakan revolusi.
Orbit, bila pengertiannya dikaitkan dengan alam semesta, berarti gerakan benda atau planet yang mengitari sumber gravitasinya. Begitu pun kata orbit yang dimaksudkan dalam blog ini, yaitu melakukan sebuah kegiatan yang rutin keluar dari tempat kediaman, termasuk juga rutinitas pekerjaan di luar rumah, bagi seseorang yang dengan sengaja meniatkannya untuk aktivitas ini, dapat dikategorikan sebagai kegiatan mengorbit.
Secara energi, tanah, rumah dan semua isinya (properti) milik kita saat ini merupakan materi yang memiliki keterikatan dan keterkaitan vibrasi dengan kita. Keseluruhan materi dalam satu kesatuan tersebut berarti merupakan bentuk perwujudan utuh dari vibrasi kita. Dengan kata lain, keseluruhan materi milik kita, sama dengan representasi diri kita. Meskipun termasuk di dalamnya tercampur dengan materi dan vibrasi anggota keluarga lainnya, namun anggota keluarga juga merupakan bagian dari representasi vibrasi diri kita juga.
Mengorbit keluar rumah berarti sedang melakukan quantisasi (menciptakan medan quantum) yang lebih besar. Gerakan revolusi terhadap properti, berarti gerakan mengitari diri sendiri, yang berarti juga dapat disebut dengan be-rotasi (spin). Ketika intensitas rotasi semakin tinggi maka medan magnet yang tercipta juga semakin besar, begitu pun vibrasi yang dihasilkan.
Vibrasi yang berarti gerakan bolak balik pada titik kesetimbangannya, secara energi juga berarti memperluas dan memperbesar medan quantum yang akan berefek kembali dan menggulung pada energi dan vibrasi diri kita sendiri, yang tadinya hanya di sekitar titik kediaman, menjadi seluas wilayah yang menjadi lintasan orbit. Bisa dibayangkan, semakin luas maka akan semakin dahsyat.
Dalam teori relativitas, semakin besar massa maka akan semakin besar gaya gravitasinya. Semakin massa bergerak, semakin tambah berat massanya. Massa adalah berat yang tidak terpengaruh oleh gravitasi, dalam hal ini dengan gravitasi bumi. Dan yang dimaksud dengan massa adalah diri kita. Jika kita sering melakukan aktivitas ngorbit, berarti massa kita akan semakin berat dan memiliki gaya gravitasi yang kuat pula. Sehingga bukan saja menghasilkan grvitasi dan vibrasi yang lebih besar namun juga mempunyai gaya magnetik yang menguat pula.
Aktivitas mengorbit juga mempunyai misi sosial, perlu diingat bahwa kita adalah bagian dari kelompok energi yang bergerak (emotion) dalam medan quantum alam semesta. Bukan hanya orang lain yang menjadi sarana prasarananya semesta, yang kita tunggu-tunggu sebagai alat untuk memanifestasikan harapan kita. Kita sendiri pun termasuk di dalamnya.
Hampir semua realisasi keberuntungan selalu melalui media yang bergerak sebagai 'alat' manifestasi hukum alam, terutama pemilik emotion, yaitu manusia.
Begitu lebih banyak orang yang kurang beruntung keadaannya dari diri kita dan selalu mengharapkan datangnya keberuntungan pada setiap detiknya di luar sana. Hanya saja, mungkin mereka tidak memahami ilmu keberuntungan.
Bagi seseorang yang bekerjanya hanya di rumah saja maka sebaiknya menciptakan sebuah aktivitas di luar rumah. Mungkin hanya keluar sebatas ke rumah tetangga atau jalan-jalan keliling kampung atau ke mana saja. Lakukan secara rutin, seminggu sekali atau lebih banyak. Pada saat itulah, nanti akan menemukan momen 'klik', ada orang atau sesuatu yang lain yang membutuhkan bantuan dan memang kita mampu untuk itu.
Bantuan adalah wujud sedekah dan itu bisa dalam bentuk apa saja selagi mampu. Bisa hanya sebatas doa, senyuman, pemikiran, tenaga atau materi.
Sebagai entitas materi di medan quantum alam semesta maka kita juga tak ubahnya sebuah planet. Kita juga memiliki kelaziman untuk mengorbit, hingga keberuntungan yang dinanti hadir dan menjadikan diri kita sebagai sumber gravitasi bagi orang lain yang mengorbit, mengitari kita dan makhluk hidup lainnya. Seperti keluarga, tanaman, hewan piaraan serta benda-benda mati di sekitar kita yang menjadi harta benda kita.
![]() |
| Foto: Bisnis.com |
Ketika menjadi sumber gravitasi maka rezeki datang tiada putus. Dari orang-orang yang mengorbit kepada kita, akan sambung menyambung dengan orang lainnya yang tidak kita kenal, menjadi sebuah skema jaringan yang besar untuk mendatangkan keberuntungan yang semakin besar lagi melalui hukum semesta dan atas ijinNya.
5. Assuming
Sebagai faktor kunci pelaksanaan sinkronisasi dalam menyeting memori dan kinerja alam bawah sadar adalah kiat penerapan ‘assuming’ (pengasumsian) atas sesuatu hal dengan baik.
Secara singkat, asumsi adalah akarnya iman yang merupakan kuncinya doa.
Hukum asumsi (Law of Assumption) dalam buku karangan Neville Goddard, yang menyatakan bahwa segala sesuatu terjadi hanya diawali dan berdasarkan asumsi adalah hal yang benar, sebagaimana sumber utama inspirasi spiritual umat manusia lainnya yang berasal dari kitab suci.
Sudah banyak para agamawan, filsuf dan orang-orang bijak lainnya terdahulu yang juga menuliskannya dalam buku-buku mereka, atau menjadi ungkapan bijak hasil ekspresi kearifan lokal di berbagai tempat di dunia, yang terwariskan secara turun temurun.
Dalam KBBI, asumsi berarti dugaan yang diterima yang dianggap benar. Dianggap benar, berarti probabilitas menjadi tidak benar juga sama, 50% : 50%. Itu artinya, asumsi sama saja dengan dugaan.
Dugaan juga sama dengan sangkaan, ramalan, perkiraan, prediksi dan taksiran.
Dugaan tertinggi disebut kepercayaan. Kepercayaan tertinggi disebut keyakinan. Keyakinan tertinggi disebut iman. Iman yang tertinggi disebut haqqul iman, yaitu iman yang sejatinya iman, dikarenakan terdapat hakikat-hakikat yang terbuka yang menjadi bukti-bukti konkret dasar yang kembali menguatkan keimanan.
Perkara-perkara hakikat atau kesejatian akan memicu kesadaran utama (selalu atau dominan ingat) atas apa yang diimaninya, dalam Islam disebut dengan makrifat.
Dalam hukum Islam, bersumber dari hadits qudsi, riwayat mutafaqun alaih, secara singkat dinukil bahwa Tuhan sesuai prasangka baik hambanya. Dia akan menghampiri hambaNya lebih cepat daripada manusia menujuNya.
Alam semesta, bisa disimpulkan baru setitik atau sebagian kecil representasi dari sifat dan apa pun yang bisa dilakukanNya. Oleh karenanya, hendaknya umat manusia bisa menggali dan mengaplikasikan segala hal untuk menjadi asumsi yang terbaik serta sesuai panggilan jiwa yang diterapkan kepada diri sendiri, dengan dasar bahwa Dia akan selalu mengabulkan segala bentuk cita-cita dan harapan yang baik.
![]() |
| Foto: Istimewa, Tribunnews |
Dan perkara yang lebih mendasar serta hal apakah yang harus lebih dipahami adalah, sejatinya apa pun yang dihajatkan kepadaNya, tidak hanya pada sebatas asumsi. Tetapi hukum yang pasti dan mutlak terjadi atas kuasa dan kehendakNya, sesuai pengertian dari dasar keimanan yang tertinggi, yakni haqqul iman.
Untuk itu, hendaknya seseorang mengutamakan untuk tetap selalu menjaga hubungan dekat denganNya. Menjadi orang beruntung di zona fortuner, berarti orang tersebut berada di dalam dimensi bertemunya keinginan manusia dengan kehendakNya.
Oleh karenanya, proses assuming hendaknya dilakukan dengan sepenuh iman dalam berdoa kepadaNya, sesuai agama dan keyakinan, untuk menyempurnakan tahapan-tahapan sinkronisasi sebelumnya.
Menjaga disiplin yang didasari dengan rasa tulus ikhlas, pasrah total dengan hasil akhirnya. Tidak pernah berprasangka buruk kepadaNya. Tidak membiarkan mental block kembali menguasai diri.
Dengan begitu, keberuntungan berupa pertolongan, petunjuk dan bimbinganNya akan selalu hadir menggiringnya, untuk semakin dekat denganNya. Ia akan menjadi seorang fortuner berkelimpahan rezeki atau fortuner karunia atau keduanya sekaligus, semuanya hanya tinggal tergantung pada kemauannya yang selaras dengan kehendakNya








.png)



Komentar
Posting Komentar
Tanggapi artikel ini atau tanyakan hal yang kurang jelas