Perspektif Fortuner #1-Berawal Dari Selalu Beruntung Mendapatkan Keberuntungan

Kategori: Deskripsi | Tersemat: Perlu dibaca dari Prolog


Fortuner
Gambar hanya ilustrasi


Daftar isi


DEFINISI FORTUNER

Perjalanan menjadi seorang fortuner, sebagaimana tertulis pada deskripsi blog dan prolog postingan awal, sebagai tujuan blog ini lahir dan terbitnya buku Journey of The Fortuner, yaitu kebangkitan berspiritual sejahtera, berdasarkan keberuntungan hakiki, berakhlak mulia, makmur berkelimpahan lahir batin dunia akhirat, akan berawal dari sini, dengan berbekal wawasan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya.

Fortuner berasal dari kata dasar 'fortune' (kata benda) dalam bahasa Inggris, yang berarti nasib, bagian, kekayaan, harta benda, untung, rezeki, peruntungan, keberuntungan.

Sedangkan 'fortunes' juga memiliki arti yang hampir sama dengan fortune. Namun akan diambil satu arti pada hal yang dimaksud, yaitu keberuntungan, yang meliputi keberuntungan materi dan non materi (lahir batin).

Jadi, kata 'Fortuner' akan dimaksudkan sebagai 'Si Keberuntungan' itu sendiri atau 'Si Pembawa Keberuntungan'.

Sehingga kita akan menyepakati hirarki istilah, sesuai maksud dan isi blog ini, yaitu penggunaan kata 'untung, beruntung, keberuntungan dan fortuner'.

Untuk itu, supaya dapat memahami deskripsi fortuner secara utuh maka akan diuraikan terlebih dahulu kata-kata pada hirarki di bawahnya, dalam bentuk analogi contoh kasus.


Keterkaitan Dengan Hukum Alam

Berdagang
Foto: BRI, Republika.co.id

Seorang pedagang yang menjual barang dagangannya dengan harga selisih lebih tinggi dari harga modal maka kelebihan uang yang diterima disebut 'untung'. Ketika ia menerima uang keuntungan hasil penjualan tersebut, ia disebut 'beruntung'.

Ketika pembeli tidak mau menerima uang kembaliannya maka pedagang tersebut sedang beruntung mendapatkan 'keberuntungan'.

Apakah pedagang tersebut dapat disebut sebagai fortuner? Jawabannya belum, tetapi pedagang tersebut beruntung dua kali.

Yang pertama, pedagang itu beruntung dari hasil kerjanya berjualan, menunjukkan berlakunya hukum sebab akibat, usaha, medan elektromagnetik, vibrasi, ritme dan relativitas karena untungnya bisa saja tidak sama ketika pembeli menawar. Dalam bahasa Jawa disebut bathi.

Kedua, beruntung karena mendapatkan keberuntungan uang kembalian. Menunjukkan berlakunya hukum kompensasi. Dalam bahasa Jawa disebut dengan bejo.


Keterlepasan Dari Hukum Alam

Ibu hamil
Foto: Pexels from Pixabay

Seorang bayi dalam kandungan ibunya. Ketika lahir hidup dengan selamat tanpa cacat, apakah itu suatu keberuntungan? Ya, bayi itu beruntung mendapatkan keberuntungan. Bisa saja ibunya menggugurkan kandungan sebelum ia lahir atau terjadi sebab musibah lainnya.

Semenjak embrio menjadi janin lalu berubah menjadi bentuk manusia sempurna, si bayi dalam posisi tidak berdaya, tidak dapat memperjuangkan hidupnya sendiri dan menentukan kesempurnaan bentuk tanpa cacat. Seratus persen hidupnya, tumbuh kembangnya, tergantung pada kasih sayang dan perawatan ibunya.

Bayi ini tidak terikat secara langsung dengan hukum alam, melainkan tergantung kepada ibunya secara langsung. Sedangkan ibunyalah yang terikat dengan hukum alam secara langsung dalam merawat bayinya. 

Hingga pada akhirnya, bukan cuma bayinya, ibunya pun akhirnya juga beruntung, mendapatkan keberuntungan berupa lahirnya seorang bayi yang menawan, sempurna tanpa cacat.

Meski sang ibu terikat hukum alam namun ada kekuatan di luar kemampuan dirinya dan hukum alam yang dapat menghadirkan bayi sempurna. Bisa saja bayi itu lahir dalam keadaan hidup tapi memiliki cacat, hal ini di luar kemampuan sang ibu, meski telah merawat bayinya sebaik mungkin semasa dalam kandungannya.

Mikro kosmosnya sang ibu adalah dirinya dan bayinya, sedangkan makro kosmosnya adalah alam semesta. Mikro kosmosnya sang bayi adalah dirinya dan makro kosmosnya adalah alam kandungan sang ibu. Ia belum menyadari, di luar alam kandungan masih terdapat alam semesta (universe), alam multi dimensi (multiverse) dan alamNya Tuhan (superiorverse).

Sehingga perlu dicatat,
  1. Manusia lahir ke dunia, sejatinya kondisinya sama ketika di alam kandungan, memiliki ibu sebagai makro kosmosnya yang menanggung kebutuhan hidupnya, berupa alam semesta. Hanya kesadarannya saja yang berbeda.
  2. Ada kekuasaan atau kekuatan superior di luar hukum alam yang menunjukkan sifat kasih sayang, perhatian dan pertolongan yang menyebabkan hadirnya keberuntungan ke dalam wujud alam mana pun. Bila sifat kekuatan superior tidak demikian maka akan menyebabkan kondisi yang terjadi sebaliknya. Bukannya keberuntungan. Seperti halnya kekuasaan ibu terhadap bayi dalam kandungannya.
  3. Keberuntungan selalu hadir dalam wujud dan sifat positif serta dapat menjadi pemicu pikiran, perasaan, perkataan dan tindakan yang positif pula. Keberuntungan yang hakiki selalu mendatangkan keberuntungan berikutnya. Tidak pernah salah.
  4. Beruntung bagi diri sendiri adalah ungkapan atau pernyataan atau afirmasi terhadap dirinya dan manifestasi kesadaran atas rasa syukur terhadap kekuatan superior di atasnya, dalam hal ini adalah Yang Maha Pengasih dan Penyanyang.
  5. Beruntung dan keberuntungan adalah kata yang paling mendasar dalam kosa kata manusia yang bersifat positif, berfungsi sebagai trigger, sekaligus juga mendeskripsikan makna rasa-rasa positif pula, seperti beruntung itu sendiri, syukur, senang, bahagia, aman, sejahtera, terlindungi, terselamatkan, damai, cinta kasih, berkelimpahan dan sebagainya. Seandainya ada kata yang mewakili rasa dimaksud, yang lebih mendasar daripada kata beruntung dan keberuntungan. Sesuatu yang menggerakkan hati, rasa, pikiran, ucapan dan tindakan atas manifestasi sifat kasih sayang, pertolongan dan bimbingan dari kekuatan superior, serta dapat menggerakkan untuk lebih dekat kepada sumber kekuatan besar tersebut maka istilah kata itulah yang dicari, menggantikan kata beruntung dan keberuntungan.
  6. Beruntung memperoleh keberuntungan selalu memiliki dua aspek dalam proses perwujudan manifestasinya, yaitu keterikatan maupun keterlepasan dengan hukum alam (fisika materi dengan metafisika).
Bersambung part #2.



Posting terkait : Beruntung dan Keberuntungan Dalam Pandangan Umum, Membuat Bingung!





home    back

Komentar