Perspektif Fortuner #2 - Berawal Dari Selalu Beruntung Mendapatkan Keberuntungan

KategoriDeskripsi | Tersemat: Perlu dibaca dari Prolog


Fortuner anak dan dewasa
Foto: Migs Reyes, pexels.com




Daftar isi


Fortuner Anak

Keberuntungan yang datang berturut-turut, seperti bayi itu beruntung lahir hidup, beruntung tidak cacat, beruntung mempunyai wajah yang manis dan lucu, beruntung memiliki respon sewajarnya bayi, beruntung tidak rewel dan seterusnya. Kemudian dirawat dengan kasih sayang, perhatian, pertolongan dan bimbingan orang tuanya maka akan menghasilkan anak yang berpotensi, pembawa keberuntungan untuk dirinya sendiri, orang tua dan lingkungan sekitarnya. 

Inilah wujud fortuner bagi anak-anak. Hidupnya juga berkelimpahan sesuai kondisi orang tuanya. Ia juga merupakan keberuntungan bagi orang tuanya, menguatkan motivasi bekerja dan menjadi salah satu sebab turunnya keberuntungan dari kekuatan di atasnya, Sang Maha Kasih dan Penyayang.

Lalu bagaimana dengan fortuner dewasa, di mana kesadaran dan pemikirannya telah utuh? Seperti keadaan kita saat ini.

Fortuner Dewasa

Gambarannya, sebetulnya hampir sama seperti fortuner anak-anak. Yang membedakan hanyalah terletak pada pemikiran dan kesadarannya yang telah berfungsi utuh. Ia hidup sudah tidak bergantung kepada orang tuanya. 

Maka makro kosmos yang melekat pada sang ibu (orang tua) beralih menjadi alam semesta yang merupakan representasi 'alam kandunganNya' pemilik superioritas dan jagad raya. Hidupnya hanya tergantung padaNya.

Secara sederhana, seorang fortuner seharusnya hanya hidup bergantung kepadaNya. Merasakan belai kasih sayangNya, bimbinganNya, perhatianNya dan pertolonganNya. Hanya itu, maka apa pun permintaan dan kebutuhannya akan dipenuhi dengan rahmat, materi dan non materi.

Namun permasalahannya, keberadaan pemikiran dan kesadaran yang telah utuh dan dewasa, justru menimbulkan paradoks. Kesadarannya banyak yang terkontaminasi perkara-perkara yang tidak diperkenankan oleh Sang Maha Welas Asih. Sehingga berakibat pada salahnya tempat bergantung dan tujuan hidup.

Untuk itulah, sangat penting dan mendasar, kehadiran agama bagi setiap orang sebagai pedoman jalan hidup. 

Untuk membedakan antara baik dan buruk. Benar dan salah. Tepat dan utama. Menemukan tujuan hidup yang hakiki, pengakuan terhadap pemilik kekuatan Besar dan menempatkan kembali esensi kesadaran hanya bergantung padaNya.

Oleh karenanya, sebagai jalan tengah dan berlaku bagi setiap sisi psikologis manusia atau dengan berdasar metode apa pun dan masuk dari pintu mana pun, rumusan skala kesadaran utama Hawkins, sangatlah efektif untuk dijadikan standar penilaian pencapaian dalam mengembangkan diri menjadi seorang yang beruntung dalam fortuner zone.

Untuk menjadi orang beruntung, bahkan seorang fortuner dengan keberuntungan hakiki, harus dimulai dari minimal adanya kemauan untuk mengakui bahwa ’Aku beruntung’. Apa pun keadaannya, di mana pun levelnya dalam skala Hawkins. Dimaknai sisi positifnya. Pengakuan ini harus diulang-ulang setiap harinya, agar terinstal di dalam otak bawah sadar.

Bagi seseorang yang merasa keadaan dan kesadaran dirinya berada pada zona force (di bawah 200) dalam skala Hawkins, dapat langsung melompat pada level 11, yaitu 'kemauan' (310), untuk mengawali langkah agar menjadi orang yang beruntung. Jadikan rasa beruntung untuk mendasari segala aspek rasa, pikiran, ucapan dan tindakan. 

Dan bagi seseorang lainnya yang merasa sudah berada pada level di atasnya maka tinggal meneruskan pengembangannya menuju jenjang berikutnya, dengan menambahkan nilai rasa beruntung pada setiap detail rasa dan pemikiran sadarnya.

Misal, saat ini merasa beruntung karena masih dapat merasakan indahnya kehidupan. Masih bisa menghirup udara segar secara gratis, di mana semua kebutuhan hidup di zaman modern ini harus membayar. Karena bisa saja karena faktor X, detik ini juga terjadi gagal bernapas, jantung berhenti berdetak. Dan metode ini hendaknya terus dikembangkan pada aspek lainnya, seperti rasa dan ungkapan syukur. Hingga kehadiran keberuntungan hakiki yang lainnya tiba.

Tak perlu waktu lama, nantinya akan sangat terlihat jelas dan dirasakan secara langsung, hasil energi positif atau negatifkah yang sedang melingkupi dan level kesadaran utama manakah yang menjadi raja atau ratu yang menduduki singgasana. Memegang kendali menuju level-level kesadaran utama yang lebih tinggi.

Konklusi Definisi

Sehingga tercapai konklusi, definisi fortuner adalah,

1. Bahwa ia terbentuk dari seorang manusia yang beruntung (untuk orang lain) atau merasa beruntung (bagi diri sendiri) mendapatkan keberuntungan yang meningkat secara terus menerus, keberuntungan menjadi sifatnya.

2. Keberuntungan adalah wujud nyata anugerah sekaligus indikator dari bentuk kasih sayang, pertolongan, perhatian dan bimbingan Yang Maha Kuasa kepada makhlukNya dalam rangka perjalanan menuju kepadaNya.

3. Keberuntungan meliputi dua hal, yaitu masalah rezeki (materi) dan karunia (ilmu, petunjuk dan non materi lainnya). Sehingga tercipta tiga gambaran fortuner, yaitu fortuner rezeki, fortuner karunia dan fortuner rezeki karunia (keduanya).

4. Fortuner dalam pengertian energi dan vibrasi berarti membawa keberuntungan untuk dirinya sendiri, orang lain, lingkungan sekitarnya dan semesta.

5. Ruh yang benar-benar bisa menguasai spiritual dan raga, secara sains sudah terbukti menciptakan medan quantum dalam satu kesatuan dirinya. 

Dengan menerapkan sifat fortuner yang mendasari dan melingkupinya maka akan lebih mempercepat niat dan praktik pencapaian dan menjadi manifestasi nyata sebuah medan quantum manusia fortuner, bervibrasi dengan kekuatan keberuntungan.

Bersambung part #3



Posting terkait : Hubungan dan Kinerja Antara Otak Sadar, Bawah Sadar dan Hati





home    back

Komentar