Mekanisme Alam: 13 Hukum dan Tingkatan Alam yang Jarang Diketahui Orang

KategoriMekanisme | Tersemat: Perlu dibaca dari Prolog


Bima sakti
Tata surya Bima Sakti


13 Hukum Alam

Sebelum beranjak lebih jauh pada materi inti, yaitu tentang beruntung, keberuntungan, berkelimpahan dan fortuner, sekiranya ada beberapa wawasan yang sebaiknya diperdalam pemahamannya. Untuk dapat memanfaatkan fungsi dari HP, TV, laptop, kipas angin dan sebagainya, memang tidak wajib untuk mengetahui isi komponen di dalamnya dan bagaimana cara kerjanya. Namun, akan sangat bijak bila kita dapat memahami itu semua. 

Sehingga menimbulkan keyakinan yang lebih kuat ketika menggunakan alat-alat tersebut. Memahami kelebihan dan kekurangannya, berarti memahami keamanan dan resikonya serta lebih banyak pengetahuan maka akan lebih baik.

Kelak kita akan dapat berbagi informasi kepada sesama, kapan pun dan di mana pun. Mungkin juga kita termasuk orang yang sudah paham tentang hal-hal yang akan dibahas ini. Namun, kita mesti ingat pula, bahwa manusia terkodrat menyandang sifat lupa.

Berikut ini penjelasan singkat, tentang 13 hukum alam dan keberadaan tingkatan alam yang dapat diklasifikasikan secara umum,  di antara banyaknya hukum alam lainnya. Yaitu;

1. Law of Electricity and Electromagnetic - Hukum Kelistrikan dan Elektromagnetik

Sebagaimana telah dibahas pada posting sebelumnya pada kategori mekanisme, melalui penemuan-penemuan para ilmuwan dalam bidang ilmu pengetahuan alam yang valid.

Setiap makhluk hidup dan benda mati terdiri dari kumpulan atom. Tiap-tiap atom memiliki muatan listrik berupa partikel proton, neutron dan elektron. Tiap atom yang memiliki kelebihan muatan positif disebut kation (katoda ion) dan bila dominan negatif disebut anion (anoda ion). Jadi, ion adalah atom yang memiliki dominasi muatan listrik. 

Hal ini dapat terjadi dikarenakan sifat elektron yang dapat bergerak bebas, berpindah melepaskan diri dari satu atom ke atom lainnya. Bila suatu benda diberi sumber tegangan listrik, seperti baterai maka elektron akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Namun sebaliknya, arus listrik akan bergerak dari kutub positif ke kutub negatif. Bersatunya dua atom atau dua ion atau lebih maka akan membentuk molekul.

Pada makhluk hidup, bersatunya dua molekul atau lebih disebut sel. Bersatunya sel-sel akan membentuk jaringan. Bersatunya jaringan-jaringan akan membentuk organ dan bersatunya organ-organ akan membentuk wujud kolektif, yang disebut dengan badan, tubuh, jasad atau raga.

Kembali pada bahasan tataran atom. Munculnya medan quantum dikarenakan adanya muatan listrik pada partikel proton, neutron dan elektron dengan pergerakan revolusinya membentuk sebuah medan magnet yang tak kasat mata. Namun, penemuan Higgs yang dikonfirmasi oleh para ilmuwan modern abad 20 ini, mengisyaratkan bahwa justru tanpa medan magnet (ruang hampa) itulah keberadaan partikel tidak ada artinya (sirna). Sehingga mengulang ulasan di depan, bahwa temuan ini disinyalir para fisikawan sebagai partikel Tuhan. Hal ini menjadi sebuah analogi yang sulit dipecahkan, antara telur dan ayam, mana yang lebih dulu ada.

Kinerja terpadu antara muatan listrik, medan listrik, massa partikel dan medan magnet atau partikel higgs inilah yang menjadi sebab timbulnya gelombang elektromagnetik (sinyal atau vibrasi), yang dapat merambat dengan dua cara, yaitu dengan atau bahkan tanpa medium (ruang hampa), dikarenakan bentuknya yang mempunyai dualitas, yaitu sebagai partikel (foton) dan gelombang itu sendiri.

Keseluruhan kinerja terintegrasi berikut hasilnya di atas, kemudian mengindikasikan keberadaan empat gaya fundamental alam, yang masing-masing entitasnya saling berinteraksi maka dikenal juga dengan istilah fisika quantum atau quantum mekanik, yang penjabarannya belum dapat dipecah lagi hingga kini. Yaitu, adanya gaya atau energi atau interaksi antar entitas fisika (materi) yang menjadi asal muasal pembentukan alam semesta, pengaturan hingga kepada pelestariannya.

Pada makhluk hidup, terutama manusia dan hewan, dikarenakan di dalam raga kemudian terjadi sistem kerja berdasarkan uraian di atas, hingga terdeteksi adanya biomagnetik dan bioelektromagnetik maka muncullah tanda-tanda kehidupan.

Siklus atau perputaran energi pun terjadi, berupa penyerapan dan pelepasan energi, yang terkontrol oleh bank data atau memori dalam otak yang beroperasi secara auto run (bawah sadar) dan kesadaran utuh. Hingga karakter fisik adanya kehidupan, untuk dapat bergerak, tumbuh dan berkembang mulai melekat padanya.

Nikola Tesla 1856 – 1943, adalah salah seorang penemu, fisikawan, teknisi listrik dan mekanik. Yang oleh karenanya, sekarang banyak pengembangan teknologi hasil temuannya, digunakan untuk kemudahan hidup manusia, termasuk diproduksinya kendaraan listrik. Ialah penemu arus listrik bolak balik (AC), menyempurnakan temuan listrik arus DC dari seniornya, Thomas Alva Edison 1847 - 1931.

Motor (mesin) listrik temuannya ini, bekerja berdasarkan arus induksi dalam medan magnet yang terdiri dari medan kumparan rotor dan stator, yang beroperasi menggunakan listrik AC. 

Penemuan hebat lainnya, adalah alat yang bekerja berdasarkan gelombamg elektromagnetik, yaitu radio. Meski ia tak sempat mematenkannya. 

Selain itu, tercipta pula remote control, trafo tegangan tinggi, PLTA, lampu neon, grafik bayangan dan penemuan lainnya yang tidak sempat dipatenkan karena laboratoriumnya habis terlalap kebakaran. Penemuan-penemuannya ini yang berupa alat-alat fungsional, semakin membuktikan dan mengukuhkan eksistensi dan kinerja medan fisika quantum.

Ialah pencetus kode 369 matematika vorteks, dengan quote, “If you want to find the secrets of the universe, think in terms of energy, frequency and vibration - Jika kamu ingin menemukan rahasia alam semesta maka berpikirlah tentang energi, frekuensi dan vibrasi.” 

2. Law of Divine Oneness - Hukum Kesatuan

Hanya dikarenakan eksistensi atom dengan medan quantumnya, segala hal di jagad raya, bahkan meliputi multiverse (alam selain 3 dimensi) memiliki hubungan keterkaitan dan keterikatan yang tak terpisahkan (terintegrasi).
Segala hal yang tercipta dalam skala sekecil apa pun, selalu memiliki alasan dan/atau tujuan dalam desain maha karya multiverse yang tak terbatas. Tidak satu pun suatu hal terjadi karena kebetulan. Semuanya memiliki keterkaitan. Masing-masing saling melengkapi. Bila ada salah satu yang sirna maka akan menimbulkan ketidakseimbangan alam dan dapat berakhir dengan bencana.

Bumi tidak lebih besar daripada atom bila dibandingkan dengan alam semesta apalagi multiverse. Namun, keberadaannya sangat vital bagi rancanganNya, terutama adanya eksistensi manusia di permukaannya. Meski ukurannya tidak lebih besar daripada quarks atau malah jauh di bawahnya. Karena hanya manusia tapi mungkin termasuk bangsa jin atau mungkin juga makhluk luar angkasa (bila ada) yang menyerupai manusia yang memiliki emotion – energy in motion (energi yang dapat bergerak) berdasarkan kekuatan pikiran dan perasaan serta dapat memengaruhi energi global alam semesta.

3. Law of Vibration - Hukum Vibrasi

Telah tersimpulkan bahwa setiap makhluk hidup dan benda mati memiliki vibrasi atau getaran yang disebabkan oleh pengaruh hukum alam yang pertama tadi. Vibrasi ini mempunyai frekuensi yang terpancarkan dan berbeda-beda kapasitansinya, tergantung besar kecil dan cepat lambatnya vibrasi itu sendiri.

Hukum ini juga mengatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta memiliki pergerakan dalam bentuk pola-pola lingkaran dalam sistem tata suryanya. Yaitu gerakan rotasi dan revolusi. Sehingga alam semesta memiliki vibrasi yang besar.

Alam semesta kita mempunyai lebih dari 200 miliar galaksi di dalamnya dan terus mengembang. Jarak satu planet dengan lainnya dan tata surya satu dengan lainnya semakin menjauh. Ini menunjukkan adanya  energi dan vibrasi pada masing-masing benda langit tersebut.

Sedangkan dalam diri makhluk hidup, terutama manusia, hasil penelitian telah menunjukkan tentang kepemilikan vibrasi dan frekuensi yang tinggi. Terutama sesuai fakta yang terungkap, terdapat pada aktifitas kerja otak dan suasana perasaan pada jantung.

4. Law of Action - Hukum Usaha

Hukum ini menegaskan bahwa segala perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya sebuah usaha (tindakan), baik secara sengaja maupun tidak. Besar kecil, baik buruk maupun sempurna dan tidak hasil akhirnya, tergantung dari seberapa besar usaha itu dilakukan dan seberapa banyak nilai hambatannya.

Hukum ini menjadi dasar utama bagi makhluk hidup yang dapat bergerak, tumbuh dan berkembang (pemilik emotion), dalam membuat suatu perubahan di luar dirinya. Hukum ini berkaitan erat dengan energi yang digunakan, medan dan gaya dalam rumus fisika serta memiliki dampak pula dalam bentuk energi tak kasat mata terhadap lingkungan sekitarnya.

5. Law of Correspondence - Hukum Berpasangan

Segala sesuatu yang tercipta di alam semesta dan bahkan dalam multiverse selalu dalam status berpasangan. Pembahasan tentang partikel di dalam atom yang memiliki pasangan dengan ciri gerakan dan ritme yang sama persis, meski terpisah jarak yang tidak logis (quantum entanglement), telah dibuktikan secara sains dengan valid.

Paul Adrien Maurice Dirac 1902 – 1984, seorang penemu yang mengembangkan teori relativitas dan teori fisika quantum, telah dihadiahi nobel atas temuannya, bersama Erwin Rudolf Josef Alexander Schrödinger 1887 – 1961, yang terkenal dengan teori Schrödinger’s cat-nya, perihal hukum berpasangan yang terjadi di jagad raya.

Penelitiannya itu menghasilkan teori elektron yang memungkinkan penjelasan tentang spin (rotasi) dan momen magnetik elektron serta memprediksikan keberadaan elektron yang bermuatan positif (positron-possitive electrone). 

Singkatnya, setiap satu atau kumpulan elektron tertentu mempunyai kembarannya berupa satu atau kumpulan positron tertentu.

Contoh sederhana berlakunya hukum berpasangan adalah adanya jodoh berdasarkan kemistri pada makhluk hidup, yang sangat dimungkinkan dalam satu kesatuan tubuhnya terdapat satu atau beberapa unsur atau kumpulan unsur partikel yang terikat dan terkait dengan struktur dan komposisi unsur yang sama pada tubuh makhluk hidup lainnya. Atau dapat juga dikarenakan adanya kecocokan yang berdasarkan kesamaan vibrasi dan  frekuensinya.

Hukum berpasangan ini juga dikenal dengan sebutan hukum keseimbangan semesta, di mana kedua entitas yang berpasangan akan selalu menjadi unsur keberlangsungan alam semesta untuk terus berproses.

6. Law of Causality - Hukum Sebab Akibat

Deskripsi hukum ini hampir mirip dengan hukum usaha dan berpasangan. Ada sebab, pasti ada akibat. Ada akibat, dikarenakan adanya sebab. Perbedaan hukum ini dengan hukum lainnya, yaitu terdapat penekanan pada tidak adanya sesuatu pun yang tercipta tanpa ada alasan dan/atau tujuan.

Dari dasar itu maka hukum ini menunjukkan bahwa sebab yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula dan berlaku sebaliknya. Tidak mungkin menanam biji apel akan tumbuh pohon durian.

Hukum sebab akibat juga berlaku pada hukum ekonomi makro, yaitu hukum permintaan dan penawaran, yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan umat manusia di suatu wilayah. Jika nilai permintaan tinggi maka penawaran juga akan ikut tinggi, yang berarti harga akan naik. Namun, jika nilai penawaran yang naik, justru permintaan akan turun, yang berarti harga akan murah. Pembahasan tentang hal ini akan berlanjut pada uraian berikutnya, yang berkaitan dengan kesejahteraan umat manusia.

7. Law of Compensation - Hukum Kompensasi

Hukum ini adalah pengembangan dari adanya hukum sebab akibat. Dari terjadinya sebuah peristiwa berdasarkan sebab akibat maka akibat yang muncul sebagai hasil, akan berfungsi sebagai sebab dari timbulnya akibat yang selanjutnya.

Dalam hal kebaikan maka disebut dengan berkah atau barokah, yaitu munculnya akibat berbentuk kemanfaatan yang lebih banyak atau pada kasus sebaliknya, tentang keburukan akan menimbulkan musibah.

8. Law of Perpetual Transmutation of Energy - Hukum Kekekalan Energi

Hukum kekekalan energi ini dikemukakan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, bernama James Prescott Joule 1818 - 1889. Bunyi hukum kekekalan energi adalah,
"Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun dapat berpindah dari satu bentuk ke bentuk lainnya".
Artinya, suatu energi yang terlibat dalam proses kimia dan fisika dapat mengalami perpindahan atau perubahan bentuk tanpa mengurangi nilainya. Misalnya, energi radiasi dapat diubah menjadi energi panas, energi potensial dapat diubah menjadi energi listrik, energi kimia dapat diubah menjadi energi listrik juga, energi listrik dapat diubah menjadi energi kinetik dan sebagainya.

Realita ini sudah kita ketahui dari bahasan sebelumnya, bahwa semua hal di jagad raya merupakan energi. Semua entitas dapat berubah menjadi sesuatu yang lain.

9. Law of Relativity - Hukum Relativitas

Hukum ini dicetuskan oleh Einstein, yang mematahkan prinsip fisika klasik gagasan Newton yang menyatakan bahwa ruang dan waktu itu mutlak. Setelah terjadi banyak permasalahan dalam menghitung peredaran planet menggunakan rumus Newton maka menurutnya, yang mutlak adalah kecepatan cahaya dan ilmu dasar fisika itu sendiri. Ruang dan waktu dapat dibengkokkan. 

Hukum relativitas terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Relativitas khusus

Postulat pertama, bahwa hukum fisika adalah mutlak atau memiliki sifat yang sama pada setiap kerangka acuan yang konstan atau tetap (inersial). Artinya, pada setiap kerangka acuan yang konstan (bergerak konstan atau tidak bergerak sama sekali), hukum fisika selalu memiliki bentuk yang sama.
Postulat yang kedua, menerangkan bahwa kecepatan cahaya selalu konstan serta memiliki nilai (c =3x 108 m/s) dan tidak tergantung pada sumber cahaya dan posisi si pengamat.

Dari teori relativitas khusus ini menghasilkan temuan sebagai berikut;
  • Dilatasi waktu
Dilatasi waktu atau pemekaran waktu (pelambatan waktu), ini terjadi karena adanya perbedaan gerak antara kedua pengamat terhadap ruang dan waktu.
  • Kontraksi panjang
Kontraksi panjang ini menjelaskan bahwa adanya kemungkinan pemendekan jarak dari dua titik yang diukur terhadap dua pengamat yang bergerak secara relatif.
  • Massa relativistic
Teori ini menerangkan bahwa massa benda yang tengah bergerak cenderung lebih besar daripada massa benda yang tidak bergerak.
  • Momentum relativistic
Pada momentum relativistik ini menerangkan bahwa ketika benda memiliki berat massa maka sebuah kecepatan memiliki momentumnya. Sehingga dalam konteks teori relativitas khusus, juga memiliki kemungkinan yang merubah momentum tersebut.
  • Energi relativistic
Energi relativistik merupakan perkalian massa dan juga kuadrat kecepatan mutlak. Pada energi relativistik ini, memiliki kemungkinan bahwa energi dan massa dapat setara. Sehingga pada hukum kali ini, juga disebut sebagai hukum kesetaraan massa-energi Einstein (E=mc²).


b. Relativitas umum

Einstein menjelaskan bahwa gravitasi muncul sebagai bagian dari ruang dan waktu. Gravitasi tidak ada begitu saja, melainkan merupakan hasil dari lengkungan ruang dan waktu yang disebabkan adanya sebuah besaran massa.

Artinya, materi yang memiliki massa akan memiliki gravitasi. Semakin besar massa maka akan semakin besar gaya gravitasinya. Massa adalah berat suatu materi yang tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi mana pun.

Sehingga, massa ini membuat ruang dan waktu menjadi melengkung, begitu juga dengan benda-benda yang massanya lebih kecil di sekitar lengkungan akan tertarik mendekati sumber lengkungan.

Misal, jika kita merentangkan selembar kain, kemudian ditaruh sebuah bola tepat di tengah kain tersebut. Maka yang terjadi adalah kain tersebut akan membentuk lengkungan ke bawah yang disebabkan oleh massa bola tadi.

Sehingga bila kita meletakkan benda kecil lainnya di sekitar bola tadi maka secara otomatis akan tertarik ke arah lengkungan. Inilah yang dinamakan gravitasi, menurut teori relativitas umum Einstein. Semakin dekat benda dari sumber lengkungan maka akan semakin besar gravitasinya dan waktu menjadi lebih lambat, begitu juga sebaliknya.

Hal ini mungkin mengindikasikan pencerahan logis, tentang perhitungan atau perbandingan waktu, antara dunia dan alam lainnya dalam pandangan agama dan spiritual. Satu hari di akhirat, sama dengan seribu tahun di bumi, atau yang terilustrasikan dalam film fiksi ilmiah Interstellar, 1 jam di planet miller sama dengan 7 tahun di bumi.

Menariknya, teori relativitas umum ini seolah semakin membukakan pintu pengetahuan kita, dalam dunia fisika untuk dapat memahami alam semesta yang luas dan penuh rahasia ini. Melalui teori ini, alasan mengapa merkurius bergerak mengitari matahari lebih cepat dan adanya pergeseran 43 detik busur per abad dapat terjawab.

Dalam hidup keseharian, teori relativitas dapat diaplikasikan pada setiap kita sedang memandang sesuatu, misalnya sebuah peristiwa.

Ruang dan waktu tidak mutlak, artinya cara pandang dari setiap sudut ruangan akan berbeda dan cara pandang dari waktu ke waktu akan berbeda pula.

Semua peristiwa itu netral, tinggal cara kita melabelinya di dalam memori otak dengan kategori kebaikan atau sebaliknya. Bila salah, hal ini dapat memanifestasi munculnya mental block (resistensi) dan limitasi hal positif serta dapat menghambat potensi aksi kebaikan yang lebih luas.

Misal, sebuah peristiwa terjadi, yang secara umum dinilai sebagai suatu musibah, lalu dimaknai menjadi sebuah kesialan maka hal tersebut akan menjadi mental block di dalam memori otak. 

Namun, jika justru direspon dengan perasaan beruntung, merasa Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk belajar lagi tentang hidup maka akan menjadi sebuah kekuatan, untuk mendapatkan keberuntungan yang sesungguhnya, selaras dengan hukum sebab akibat dan kompensasi atau hukum alam lainnya..

Gambaran lainnya, juga masih dari peristiwa yang sama maka akan mengindikasikan adanya relativitas. Jika dialami oleh dua orang atau lebih maka akan menghasilkan cara pandang yang berbeda pula. Teori relativitas ini, juga dijadikan dasar manusia dalam memahami berbagai dimensi alam, sebagaimana yang terwartakan dalam berbagai kitab suci.

Begitu pun nanti, ketika pada saat kita sudah mulai mengelola energi keberuntungan maka teori relativitas ini akan memberikan pengaruh terhadap besar kecil atau sukses dan tidaknya usaha yang kita lakukan.

10. Law of Polarity - Hukum Polaritas

Hukum polaritas mengisyaratkan bahwa segala materi yang terdapat di alam semesta, sedang dan akan terus menjalani proses yang berdasarkan, sekaligus menghasilkan energi secara berkesinambungan. Di mana dalam proses tersebut, terdapat polaritas (kutub) yang berlawanan dan mendasari kinerjanya. Ada positif, ada pula negatif.

Di dalam fisika, polaritas adalah deskripsi tentang sebuah sifat, biasanya sifat biner (satu dengan dua nilai) atau sebuah vektor (arah). 

Misalnya, muatan listrik  memiliki polaritas positif atau negatif. Tegangan listrik mempunyai polaritas, bisa jadi positif atau negatif, berkenaan dengan sejumlah tegangan listrik yang lain, seperti yang ada di ujung sebuah baterai maupun sirkuit listrik.

Magnet memiliki polaritas, di mana salah satu ujungnya adalah utara dan ujung yang lain adalah selatan. Spin sebuah entitas dalam mekanika kuantum, memiliki polaritas positif atau negatif.

Polaritas kimia merupakan salah satu ciri ikatan kimia, di mana dua atom yang berbeda dalam molekul yang sama memiliki elektronegativitas yang berbeda. Akibatnya, elektron-elektron di dalam ikatan tidak dibagi sama rata oleh dua buah atom. Hal ini mengakibatkan medan elektrik (berkutub) asimetris. Ikatan kovalen molekul dapat dideskripsikan sebagai polar atau nonpolar.

Prinsip-prinsip kerja di atas, pada makhluk hidup terutama manusia, kemudian dikelola untuk selanjutnya dapat disearahkan polaritas atau vektornya melalui treatment tertentu, agar menghasilkan vibrasi yang benenergi positif untuk tujuan kebaikan.

Hukum polaritas juga membias ke dalam filsafat kehidupan. Polaritas menjadi bermakna, ada baik ada buruk, ada atas ada bawah, ada gelap ada terang dan seterusnya. Di mana masing-masing entitas mempunyai konsekuensinya.

11. Law of Gender - Hukum Gender

Hukum alam gender (dualitas) menyatakan bahwa segala sesuatu yang tercipta memiliki sifat jantan (maskulin) dan betina (feminin) dalam satu kesatuan bentuk, baik pada makhluk hidup maupun benda mati.

Sifat jantan digambarkan dengan adanya keperkasaan, kegagahan, kekuatan pada otot, keberanian, keras, tangguh, tangkas, protektif, agresif dan seterusnya.

Sedangkan sifat betina, biasanya dideskripsikan dengan kelembutan, kebaikan, keanggunan, merawat, empati, simpati, perhatian dan seterusnya.

Pada zaman modern ini, penggambaran antara kedua sifat tersebut mengalami pergeseran makna dari hukum alam klasik, dikarenakan semua sifat ini, hanya merupakan interpretasi manusia yang menjadi budaya, bukan hukum Tuhan secara absolut.

Pada manusia, perkembangan kedua sifat tersebut tergantung dari perkembangan organ yang dipengaruhi oleh hormon testosteron atau progesteron, tergantung mana yang lebih dominan, yang keduanya terdapat dalam satu tubuh manusia.

Intinya adalah, bagaimana seorang manusia secara bijaksana, dapat mengelola atau mengoordinasikan kesemua sifat tersebut dalam dirinya, untuk menghasilkan kebaikan dan kemanfaatan, mendasari perannya hidup di dunia dan menjadi bagian dari multiverse.

12. Law of Rhythm - Hukum Ritme

Hukum alam ritme ini menyatakan bahwa semua materi yang bervibrasi dan bergerak, bekerja menurut irama-irama tertentu. 

Bila setingkat semesta (makro kosmos), irama-irama ini kemudian menghasilkan bentuk musim, siklus, pola-pola alam dan tahap-tahap perkembangan kehidupan. 

Setiap irama mencerminkan kedisiplinan dan keteraturan alam, sebagaimana telah ditentukan menurut ukuran yang semestinya oleh Sang Maha Pencipta. 

Begitu pun misalnya, dalam tubuh manusia (mikro kosmos) maka menghasilkan siklus-siklus biologis dan memengaruhi psikis, seperti sehat sakit, kuat lemah, terjaga mengantuk, kenyang lapar, mood perasaan yang naik turun, senang sedih dan sebagainya. 

13. Law of Seven – Hukum Tujuh

Hukum ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun di alam semesta yang memiliki kekuatan secara terus menerus, dengan arah yang sama dalam satu garis lurus. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu kemudian menghilang intensitasnya, namun akan mempunyai perubahan arah atau mengalami perubahan internal.

Biasanya terjadi setelah step yang ketujuh, sebagaimana oktaf pada tangga nada. Begitu juga hitungan hari, hanya sampai hitungan ketujuh, jumlah langit sebanyak tujuh sab dan lain sebagainya.

Artinya, tidak ada energi yang hanya bergerak ke satu arah. Energi akan terus mengembang meskipun ia menerpa rintangan dan interval. Sehingga energi akan bergerak ke segala penjuru. Seperti halnya arah gerakan air atau udara. Hal itu mungkin mengapa, dalam berbagai falsafah klasik, misalnya di Jawa, banyak ritual yang didasarkan pada angka tujuh ini.
---


Memahami keberadaan hukum alam, berarti memahami ketentuan, aturan atau norma semesta yang dapat diterima oleh akal sehat, yang berlaku di seluruh permukaan bumi, khususnya bagi seseorang untuk berproses mencapai tataran manusia yang berwawasan luas, bijaksana dan bermanfaat bagi sesama. 

Hukum alam juga berfungsi sebagai alat bantu menafsirkan perintah-perintah dan larangan Tuhan dalam hukum agama yang bersifat mutlak.

Ada beberapa deskripsi hukum alam lainnya yang tidak terbahas dalam postingan ini, di antaranya adalah Law of Creativity - Hukum Kreatifitas, Law ofSubstitution - Hukum Substitusi, Law of Service - Hukum Pelayanan, Law of Use - Hukum Penggunaan, Law of Attraction - Hukum Daya Tarik dan Law of Assumption – Hukum Asumsi dan sebagainya.

Sebenarnya, masih sangat banyak lagi hasil interpretasi orang-orang bijak, ilmuwan, agamawan, cendekiawan dan para filsuf lainnya tentang hukum alam, yang terformulasikan menjadi ilmu filsafat, di belahan bumi mana pun, yang tidak terekspos dunia, yang darinya telah membawa sebuah perubahan positif dalam kemajuan sebuah peradaban.




Alam paralel
Alam paralel, gambar: Gerd Altmann, Pixabay


Tingkatan Alam

Beberapa istilah tentang alam di bawah ini, sekiranya penting untuk disepakati, guna mempermudah pemahaman pada pembahasan selanjutnya dan penggunaan istilah tersebut hanya terkhusus untuk blog ini saja, yaitu;

a. Jagad Kecil - Mikro Kosmos

Yaitu alam atau multi sistem yang berada dalam diri makhluk. Seperti manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda tak hidup lainnya.

b. Jagad Besar - Makro Kosmos

Disebut juga dengan jagad raya atau alam semesta atau universe yang terdefinisi sebagai multi sistem dimensi ke-3. Jagad ini merupakan alam yang sedang kita huni saat ini.

c. Jagad Super - Maha Kosmos

Disebut juga dengan alam super luas tanpa batasan atau multiverse, yang tidak terdefinisi sebagai dimensi ke-3. Alam ini diterjemahkan seperti duplikasi alam semesta dalam dimensi lainnya (paralel).

Di dalam agama juga dikenal, di antaranya terdapat alam pikiran, alam rasa, alam malakut atau jiwa, alam jabarut atau ruh, alam jin, alam kematian, alam pengadilan, alam akhirat di mana ada surga dan neraka dengan banyak tingkatannya dan alam langit yang bersab-sab hingga ke langit sab tujuh.

d. Jagad Tuhan

Alam yang tidak terjangkau pemikiran manusia, tidak terdefinisi.



Posting terkait : Upaya Penelitian Sains Membuktikan Korelasi Fisika Materi dengan Metafisika Dalam Membentuk Mekanisme Alam Semesta





home    back

Komentar